Saturday, April 5, 2014


Anime, adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan film animasi atau kartun Jepang. Kata tersebut berasal dari kata animation yang dalam pelafalan bahasa Jepang menjadi animeshon. Meskipun pada dasarnya anime tidak dimaksudkan khusus untuk animasi Jepang, tetapi banyak orang menggunakan kata tersebut untuk membedakan antara film animasi buatan Jepang dan non-Jepang. Popularitas anime di Indonesia sudah dimulai pada awal tahun 1980-an ketika video betamax sedang menjamur
.
Penggemar anime yang lahir pada tahun 1960-an dan 1970-an mungkin masih ingat dengan anime Voltus V, God Sigma, Candy-Candy dan Ikkyu-san yang begitu populer pada tahun 1980-an. Namun popularitasnya di Indonesia saat itu masih terbatas karena beredar dalam format video betamax, sedangkan tidak semua orang mampu membeli perangkat pemutar video betamax tersebut.

Sejarah karya animasi di Jepang diawali dengan dilakukannya First Experiments in Animation oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913. Kemudian diikuti film pendek yang hanya berdurasi 5 menit karya Shimokawa Bokoten yang berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki pada tahun 1917. Dan disusul oleh anime berjudul Saru Kani Kassen dan Momotaro hasil karya Kitayama Seitaro pada tahun 1918 yang dibuat untuk pihak movie company Nihon Katsudo Shashin (Nikatsu). Tetapi semua catatan tentang anime tersebut dikatakan hilang akibat gempa bumi di Tokyo pada tahun 1923. Selain Oten dan Seitaro, ada juga beberapa animator lain seperti Sanae Yamamoto, Noburo Ofuji dan Yasushi Murata. Pada saat itu, muncul pula anime pertama yang mempunyai sekuel yaitu Sarugashima (pada tahun 1930) dan kelanjutannya yaitu Kaizoku-bune (pada tahun 1931).

Anime dan manga kini sangat populer di Indonesia sehingga mengalahkan komik dan animasi dari belahan dunia barat yang sempat berjaya seperti Tintin, Superman atau Batman. Anda bisa melihat bagaimana banyaknya manga yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia di toko-toko buku Indonesia seperti manga Kungfu Boy, Detective Conan dan lain sebagainya. Begitu pula penggemar manga juga ingin menyaksikan adaptasi manga dalam bentuk anime. Popularitas tersebut mau tidak mau pun membawa perubahan di Indonesia seperti munculnya komunitas penggemar manga dan anime. Selain itu, terlihat juga bagaimana penggemar anime dan manga di Indonesia yang mengekspresikan diri dalam Cosplay, yaitu berdandan dengan kostum yang berdasarkan dari karakter-karakter anime dan manga kesayangan mereka.

Masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan antara kartun dan anime. Walaupun dari segi tampilannya sama-sama berupa animasi, namun kartun dan anime sangat jauh berbeda. Anda mungkin pernah menonton Naruto atau Spongebob Squarepants? Dari wujud tampilan, ‘mereka’ ini sama-sama berupa animasi. Namun apa yang membuat ‘mereka’ berbeda? Mari kita ulas!

Anime berasal dari Jepang dan biasanya cerita anime di adaptasi dari manga (komik jepang).
Kartun pada umumnya berasal dari negara Barat seperti Eropa dan Amerika.

Anime memiliki karakteristik visual yang sangat bervariasi. Secara umum, anime Jepang dapat dikenali dengan penggambaran tokoh fisik yang non-realistik dan dibuat sangat mirip dengan manusia asli, seperti mata yang besar ataupun gaya rambut yang liar. Hal ini karena ukuran mata yang besar dianggap dapat mengekspresikan emosi yang lebih kuat. Beberapa anime menyertakan teks di background. Ada juga yang menyertakan balon kata sebagai cara untuk memvisualisasikan ekspresi karakternya. Contoh anime Jepang yaitu Naruto, Captain Tsubasa, Pokemon, Hamtaro, Doraemon, Negima Master, dan lain-lain.

Sementara kartun merupakan animasi di negara barat, yaitu Amerika. Yang membedakan kartun dari anime adalah dari plot cerita dan karakter. Animasi Amerika/kartun biasanya bercerita tentang superhero, komedi, dan cerita kehidupan sehari-hari dan biasanya kartun Amerika lebih banyak ditonton oleh anak-anak, walaupun juga ada beberapa kartun untuk dewasa. Karakter dari kartun pun terlihat sangat berbeda dengan anime Jepang. Pembawaan karakter kartun pun unik dan khayal, hingga kartun asal negara Barat jarang yang menyerupai sosok asli manusia. Contoh dari kartun Amerika yaitu Spongebob Squarepants, X-Men, Scooby-Doo, Tom & Jerry, Ben 10, Dora The Explorer dan lain-lain.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer